JPIC Kalimantan | Suasana khidmat sekaligus penuh sukacita terasa dalam pelaksanaan lomba koor gereja pada kegiatan PKSN XIII yang digelar di Pontianak, Kamis (28/5/2026). Berbagai kelompok paduan suara dari sejumlah paroki di Keuskupan Pontianak tampil membawakan lagu-lagu liturgi dengan penuh penghayatan.
Kegiatan ini menghadirkan tiga dewan juri, yakni Lisa A. Riyanto, Pastor Ambrosriadi, dan Clara Vania Avelie. Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari peserta maupun umat yang hadir menyaksikan perlombaan.
Suasana semakin meriah ketika Lisa dan Clara Vania Avelie ikut bernyanyi bersama peserta dan umat di sela kegiatan.
Adapun peserta yang mengikuti lomba terdiri dari Paroki Menjalin, Paroki Gembala Baik, Koor Santa Sesilia MRPD Pontianak, dan Koor Fransiskus Keuskupan Pontianak. Seluruh peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam membawakan lagu-lagu gereja.
Dalam hasil perlombaan, Paroki Gembala Baik Senghie berhasil keluar sebagai juara pertama.
Selain kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi spiritual bagi para pelayan musik gereja. Dalam arahannya, Pastor Ambrosriadi menekankan bahwa nyanyian liturgi merupakan bagian dari doa umat kepada Tuhan.
“Ketika kalian bernyanyi, kalian sedang berdoa dan membawa orang lain ikut berdoa,” ujar dia.
Menurut Pastor Ambrosriadi, setiap lagu liturgi harus dinyanyikan dengan penghayatan karena mengandung pesan doa dan iman. Dia juga mengingatkan agar syair lagu liturgi tidak diubah sembarangan demi kepentingan aransemen musik.
“Musik harus melayani syair, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Dia berharap seluruh anggota paduan suara gereja dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan musik liturgi sehingga nyanyian yang dibawakan benar-benar membantu umat semakin dekat dengan Tuhan. (*)


